Tersengal, aku terus berlari
Berlari, sampai hilang pedih di hati
Mengejar suatu titik tak bertumpu,
dibayangi puing asmara yang kosong
Aku terduduk disini,
menunggu kemenangan yang berarti
Walau terik membakar,
disini akan selalu menunggu
Berdiam di tempat yang asing,
diteriaki dan dimaki
Rindu pada hal yang dinanti,
sehangat angin sore ini
Aku ingin pulang,
memberontak pada kepalsuan,
menginjak bendera tirani,
membawa merdeka kepangkuan Ibu Pertiwi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar