Disini, yang tertunduk
Mengais duka yang terkubur,
sekujurnya putih lunglai,
hilang ditengah telaga yang suram
Telah menderu angin yang besar,
meruntuhkan sisanya dendam
Dalam rumah duka,
aku berdoa,
untuk dia rasakan karma
Memang kau telah terbang,
ke langit yang bertabur bintang,
kau berjalan, mengambil bintang perlahan,
menghapusnya dari tidur panjangku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar