Mencumbu dinginnya malam,
rembulan tak kunjung datang
Bintang pun tak mungkin bersinar
Redup tanpa hadirmu di sisiku
Sayup-sayup burung kecil,
menghilang dirampas malam
Di renggut dinginnya hujan,
tanpa sekuntum cintamu
Bekulah waktu dalam tanganmu,
meruaklah kabut di kaki gunung,
meriaklah air tepian muara,
merindukan kasihmu yang berdiam disana
Ambil jantung ini sebagai pemompa cintamu,
ambil nadi ini akan mengalirnya cintaku untukmu,
sesak tanpa senyummu,
dikala alam t'lah beradu
Perlu kamu ketahui,
puisiku penuh palsu dan duka
Membuat diriku, tergila akan luapan cintamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar