Rabu, 16 Februari 2011

Sekuntum Cinta

Mencumbu dinginnya malam,
rembulan tak kunjung datang
Bintang pun tak mungkin bersinar
Redup tanpa hadirmu di sisiku

Sayup-sayup burung kecil,
menghilang dirampas malam
Di renggut dinginnya hujan,
tanpa sekuntum cintamu

Bekulah waktu dalam tanganmu,
meruaklah kabut di kaki gunung,
meriaklah air tepian muara,
merindukan kasihmu yang berdiam disana

Ambil jantung ini sebagai pemompa cintamu,
ambil nadi ini akan mengalirnya cintaku untukmu,
sesak tanpa senyummu,
dikala alam t'lah beradu

Perlu kamu ketahui,
puisiku penuh palsu dan duka
Membuat diriku, tergila akan luapan cintamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar